APLIKASI METODE GAYA BERAT PADA EKSPLORASI MINERAL

APLIKASI METODE GAYA BERAT PADA EKSPLORASI MINERAL

(STUDI KASUS ENDAPAN PLACER EMAS PADA PALAEOCHANNELS DI NEVADA, CALIFORNIA, USA)

 

Pada kasus ini, metode gaya berat digunakan untuk memetakan persebaran palaeochannels atau sungai purba yang mengandung endapan placer emas dan diasumsikan memiliki densitas rendah dengan cara memisahkan anomali regionalnya melalui beberapa metode pemisahan anomali regional dan residual. Berdasarkan data bor diketahui bahwa sungai purba ini mengerosi basement yang tersusun dari beberapa lithotypes, berupa amphibolites, ‘greenstones’ (batuan beku basa), slates, dan granodiorite, dengan arah NW-SE. Sungai itu sendiri tersusun atas gravel berumur tersier terlapisi breksia dan alluvium. Tebal sedimen sungai diperkirakan mencapai 200 meter dan lebar sungai sebesar 500 meter. Gambar 1 menunjukkan lokasi survei gaya berat pada daerah tersebut serta nilai anomali Bouger legkap yang didapatkan (menggunakan densitas 1.85 gr/cm3).

A

Gambar 1. Anomali Bouger (selang kontur sebesar 2 gu/0.2 mgal)

Nilai anomali Bouger pada gambar 1 menunjukkan trend mengecil ke arah NE yang merupakan efek dari shear zone dan selanjutnya akan dikenal sebagai shear zone anomaly. Pengetahuan akan kondisi geologi ini sangatlah penting dalam hal interpretasi. Selain shear zone anomaly juga dapat dilihat adanya kenampakan low-gravity yang memotong penampang B-B’ yang menandakan adanya jejak sungai purba namun tidak terlihat di area lain akibat tersamarkan oleh gradient regional.

Proses berikutnya adalah penggunaan metode First Vertical Derivative pada nilai anomali Bouger yang berguna untuk memperjelas fitur-fitur dangkal. Gambar 2 menunjukkan hasil dari First Vertical Derivative.

B

Gambar 2. First Vertical Derivative (anak panah menunjukkan duggan aliran sungai purba)

Dari hasil First Vertical Derivative kenampakan dan arah dari sungai purba terlihat jelas yang ditandai dengan nilai gravity yang kecil sehingga didapatkan dua buah channel dengan arah NW-SE dan NE-SW.

Pemisahan Anomai Regional-Residual

Dengan adanya shear zone anomaly, pemisahan anomali regional akan semakin sulit untuk dilakukan akibat dari respon panjang gelombang yang sama dengan yang dihasilkan oleh sungai purba. Digunakan tiga buah metode pemisahan anomali regional, yaitu low pass filter, upward continuation, dan polynomial ftting. Pada metode wavelength filtering (low pass), digunakan nilai cut off panjang gelombang sebesar 500 m dengan tujuan untuk memasukkan sebanyak banyaknya efek shear zone ke dalam anomali regional. Hasil yang didapatkan dari wavelength filtering mengkonfirmasi arah aliran sungai yang diperoleh dari metode first vertical derivative namun didapati adanya satu buah saluran baru di daerah timur dengan arah N-S seperti pada gambar 3.

C

Gambar 3. Wavelength Filtering (low pass)

Pada metode upward continuation digunakan parameter ketinggian bernilai 400 meter untuk memisahkan anomali regional. Hasil yang didapat menunjukkan pola yang lebih mirip dengan hasil dari first vertical derivative. Pada metode polynomial fitting digunakan polinomial orde dua untuk mendekati respon anomali regional. Hasil yang diperoleh jauh berbeda dengan metode-metode sebelumnya dimana didapatkan dua buah aliran berarah N-S.

d

Gambar 4. Upward continuation

1

Gambar 5. Trend surface analysis (Polynomial Fitting)

 

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan beberapa metode yang telah dilakukan dalam memisahkan anomali regional dan residual, pemahaman tentang penentuan anomali regional sangat menentukkan dalam melakukan interpretasi. Penampang-penampang yang dihasilkan pada gambar sebelumnya dipetakan pada kedalaman yang berbeda-beda sehingga memungkinkan adanya perubahan geometri aliran terhadap kedalaman. Zona mineralisasi diinterpretasikan terletak pada beberapa lokasi, seperti:

  1. Daerah tengah aliran utama
  2. Daerah pada percabangan sungai
  3. Daerah pelebaran sungai maupun perubahan arah sungai

Saran untuk penelitian ini adalah diperlukannya interpretasi gabungan dengan metode geofisika lain untuk memastikan hasil dari data metode gaya berat ini, seperti geolistrik dan elektromagnetik. Diperlukan pula metode lain dalam menentukan kedalaman dari anomali.

 

 

 

Daftar Pustaka :

        Chapman, R.H., Clark, W.B. and Chase, G.W., 1980. A geophysical approach to locating Tertiary gold channels, Port Wine, Sierra County, California. California Geology, August 1980, 173–180.

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares