HMGI e-Lecture : Pengolahan Data Mikroseismik


Hai, Geofisika Indonesia 😀

Setelah beberapa waktu yang lalu, kita meluncurkan video e-lecture dengan judul: “Akusisi Data Mikroseismik – Menentukan Kerentanan Gempa Suatu Lokasi”, sekarang Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia kembali menayangkan video e- Lecture YANG KETIGA ^_^
Video e-Lecture kita kali ini berjudul: “Pengolahan Data Mikroseismik – Menentukan Kerentanan Gempa Suatu Lokasi”. Silakan tonton videonya di http://hmgi.or.id/e-lecture-3
Video ini di-review langsung oleh Bapak Dr. rer. nat. Wiwit Suryanto, M.Sc, dosen geofisika Universitas Gadjah Mada. Berikut ulasan beliau mengenai video ini:
1. Pada 00:00:48, terdapat window pengaturan awal untuk kerja Geopsy. Di window tersebut, ada tab Load, Save, Memory, Viewers, Tools, HV, dan Structure. Perlu diketahui, pada tab Memory, user bisa mengatur kapasitas memorinya, sesuai dengan kemampuan komputer dan data yang digunakan untuk diolah.
2. Pada 00:01:01, terdapat tampilan yang menunjukkan tiga file yang akan dimasukkan dalam software Geopsy. File tersebut memiliki format .msd (miniseed) yang diperoleh dari kompresi file ASCII. Selain format .msd, data mikroseismik juga bisa berformat lain, seperti .sac, dll. Format .msd adalah format standar yang paling umum digunakan.
3. Pada 00:01:59, terdapat tampilan H/V toolbox. Pada tab Processing, terdapat pengaturan Smoothing. Nilai pada Smoothing constant dapat diatur sesuai dengan data yang dimiliki. Semakin besar nilainya maka akan semakin besar/semakin natural pola dari signal yang diperoleh. Begitu sebaliknya, jika nilai semakin kecil, maka dapat menghilangkan pola dari signal yang diolah.
4. Pada 00:02:27, terdapat tampilan yang menunjukkan proses windowing. Jumlah Window dalam pengolahan HVSR perlu diperhatikan karena akan menentukan kestabilan dari hasil yang diperoleh. Hasil pengolahan HVSR memiliki syarat kestabilan dan kebenaran/reability.
5. Pada 00:02:44, terdapat tampilan hasil windowing H/V. Hasil tersebut masih kurang bagus, karena data mikroseismik yang bagus pada umumnya memiliki “clear pick”, yaitu memiliki puncak yang lebih tinggi dibandingkan puncak-puncak signal yang lain. Hasil grafik HVSR memiliki 3 pola garis yang mengikuti pola singnal. Garis hitam putus-putus yang berada diatas dan dibawah adalah merupakan nilai maksimum dan minimum H/V, sedangkan garis hitam tebal merupakan Standar Deviasinya.
6. Pada 00:04:10, ditunjukkan perhitungan Jarak Episenter dan Jarak Hiposenter. Untuk luasa area yang sangat panjang, maka perlu memperhitungkan efek kelengkungan bumi.
7. Perlu diperhatikan perhitungan selama pengolahan data mikroseismik, karena satuan adalah salah satu unsur yang penting untuk mengartikan suatu hasil tertentu

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares