Gejala Hotspot di Indonesia, Khususnya Kalimantan

Hotspot adalah titik dari suatu lempeng tektonik yang memiliki energi sumber panas yang sangat tinggi yang dapat mempertahankan proses vulkanisme. Yang dimaksud titik di sini adalah suatu area ‘kecil’ dari suatu lempeng yang luas.

Panas dari hotspot ini membentuk sumber magma di mana seiring berjalannya waktu, magma ini meleleh dan sebagiannya meleleh di atas lempeng. Magma meleleh di atas lempeng dikarenakan densitasnya yang lebih kecil dibanding dengan densitas batuan yang ada di sekitarnya. Magma ini kemudian naik di sepanjang mantel dan meleleh di dasar laut atau di atas permukaan tanah (bisa disebut kerak benua dan kerak samudera). Jika magma itu meleleh di dasar laut, magma itu membentuk gunung api bawah laut.

Gunung yang sudah terbentuk di bawah permukaan laut itu akan mengalami erupsi terus-menerus. Kejadian ini menyebabkan ‘tumbuhnya’ gunung api tersebut, keluar ke atas permukaan air laut dan seiring berjalannya waktu membentuk kepulauan vulkanik.

Adapun pembahasan mengenai hotspot yang ada di Kalimantan akan dijelaskan dengan melihat proses-proses yang pernah terjadi di Kalimantan. Kalimantan merupakan bagian kerak benua yang stabil.

Dikarenakan pulau Kalimantan ini jauh dari batas lempeng, menyebabkan Kalimantan menjadi pulau yang memiliki aktivitas vulkanisme yang sangat jarang terjadi. Hal ini menyebabkan sedikitnya gunung yang terbentuk di pulau ini.
Berdasarkan paper Antipodal hotspots and bipolar catastrophe: Were oceanic large-body impacts the cause? (Hagstrum, 2005), ada dua gunung di pulau yang dahulunya bernama Borneo itu. Gunung itu bernama Gunung Niyut dan Menyapa yang masing-masing terletak di barat Kalimantan dan timur Kalimantan.

Antipot

Fakta yang ada ini membuat persepsi bahwa hampir tidak mungkin adanya hotspot di Pulau Kalimantan. Namun, untuk membuktikan adanya hotspot di Pulau Kalimantan ini, perlu diketahui mengenai antipodal. Antipodal adalah hotspot pasangan dari hotspot seberang belahan bumi lainnya. Pada umumnya, hotspot itu memiliki pasangan yang terletak di seberang bumi dari letak hotspot itu berada.

Dugaan adanya hotspot di Kalimantan dikarenakan adanya antipodal yang terletak di seberang bumi dari Kalimantan itu. Hotspot yang ada di Kalimantan adalah hotspot sekunder (Hagstrum, 2005).

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares