Pengetahuan

LOG POROSITAS

15

Log Neutron

                Pengukuran Neutron Porosity pada evaluasi formasi ditujukan untuk mengukur indeks hidrogen yang terdapat pada formasi batuan. Indeks hidrogen didefinsikan sebagai rasio dari konsentrasi atom hidrogen setiap cm3 batuan terhadap konsentrasi atom hidrogen air murni pada suhu 75oF. Neutron Porosity log tidaklah mengukur porositas sesungguhnya dari batuan, melainkan yang diukur adalah kandungan hidrogen yang terdapat pada pori-pori batuan. Semakin berpori batuan maka semakin banyak kandungan hidrogen dan semakin tinggi indeks hidrogen. Sehingga, shale yang banyak mengandung hidrogen dapat ditafsirkan memiliki porositas yang tinggi pula. Karena minyak dan air mempunyai jumlah hidrogen per unit volume yang hampir sama, neutron akan memberikan tanggapan porositas fluida dalam formasi bersih. Akan tetapi neutron tidak dapat membedakan antara atom hidrogen bebas dengan atom-atom hidrogen yang secara kimia terikat pada mineral batuan, sehingga tanggapan neutron pada formasi lempung yang banyak mengandung atom-atom hidrogen di dalam susunan molekulnya seolah-olah mempunyai porositas yang lebih tinggi.

nue1

Gambar 1. Contoh log Neutron

Log Neutron dimanfaatkan untuk :

  • Menghitung porositas. (Porositas dari log neutron hanya sesuai dengan litologi limestone, oleh karena itu perlu dilakukan konversi pada litologi lain)

neu11

             Dimana

               ∅                             :  Porositas.

              N                             :  Porositas log neutron.

             a&b                        :  konstanta matrix.

  • Menentukan litologi (berdasar nilai NPHI)

neu2

Gambar 2. Nilai NPHI berbagai litologi

  • Menentukan litologi (dikombinasikan dengan log densitas menjadi penentu litologi paling baik berdasarkan separasi nilai NPHI dan RHOB)

neu3

Gambar 3. Kombinasi Log density dan neutron

 

Log Densitas

                Density log dilakukan untuk mengukur densitas batuan disepanjang lubang bor, densitas yang diukur adalah densitas keseluruhan (bulk) dari matrix batuan dan fluida yang terdapat pada pori-pori batuan. Prinsip kerja density log adalah dengan cara memancarkan sinar gamma dari sumber radiasi sinar gamma yang diletakkan pada dinding lubang bor. Pada saat sinar gamma menembus batuan, sinar tersebut akan bertumbukkan dengan elektron pada batuan tersebut, yang mengakibatkan sinar gamma akan kehilangan sebagian dari energinya dan yang sebagian lagi akan dipantulkan kembali, yang kemudian akan ditangkap oleh detektor yang diletakkan diatas sumber radiasi. Intensitas sinar gamma yang dipantulkan tergantung dari densitas batuan formasi.

neu4

Gambar 4. Contoh log Density

                Tujuan utama dari density log adalah

  • Menentukan porositas dengan mengukur density bulk batuan.

            dimana

neu12

             ∅              : Porositas

              ρb           : Densitas batuan (dari hasil pembacaan log), gr/cc

               ρf            : Densitas fluida rata-rata, gr/cc  1 untuk fresh water, 1.1 untuk salt water

               ρma       : Densitas matrik batuan gr/cc

  • Mendeteksi adanya hidrokarbon atau air, digunakan besama-sama dengan neutron log. (Penggabungan neutron porosity dan density porosity log sangat bermanfaat untuk mendeteksi zona gas dalam reservoir. Zona gas ditunjukkan dengan “cross-over‟ antara neutron dan density)
  • Menentukan densitas hidrokarbon (ρh). (bila data porositas dari lab diketahui)
  • Identifikasi litologi. (berdasarkan nilai RHOB dan PEF)
  • Menghitung acoustic impedance. (bersama dengan log sonic)

Log Sonic

                Log sonic menggambarkan waktu kecepatan suara yang dikirimkan/dipancarkan ke dalam formasi hingga ditangkap kembali oleh receiver.Kecepatan suara melalui formasi batuan tergantung pada matriks batuan serta distribusi porositasnya. Alat yang digunakan yaitu BHC (Borehole Compesanted Sonic Tool) yaitu alat yang menggunakan rangkaian pasangan pemancar-penerima rupa sehingga pengaruh dari lubang bor dapat dikecilkan. Prinsip kerja dari alat ini yaitu pada formasi homogen, gelombang yang dipancarkan dari pemancar akan menyebar dengan cepat melalui lumpur, tergantung dari pada sudut pancarnya.Objektif dari alat sonik adalah untuk mengukur waktu rambatan gelombang suara melalui formasi pada jarak tertentu.

neu5

Gambar 5. Contoh log Sonic

                Untuk menghitung porositas sonic dari pembacaan log Δt harus terdapat hubungan antara transit time dengan porositas. Wyllie mengajukan persamaan waktu rata-rata yang merupakan hubungan linier antara waktu dan porositas. Persamaan  tersebut dapat dilihat dibawah ini :

neu13

dimana

Δtlog     : Transite time yang dibaca dari log, µsec/ft

Δtf          : Transite time fluida, µsec/ft(189 µsec/ft untuk air dengan kecepatan 5300 ft/sec)

Δtma     : Transite time matrik batuan ,µsec/ft

Ф             : Porositas dari sonic log, fraksi

Kegunaan log Sonic yang lain adalah untuk :

  • Membuat data seismik sintetik. (bersama density log)
  • Mengetahui interval velocities.
  • Identifikasi source cock
  • Korelasi sumur

 

Penulis : Farid Hendra Pradana