Pengetahuan

Pemanfaatan Metode Potensial Diri Dalam Studi Agrogeophysics

aa

Di Indonesia pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dan penting. Selain sebagai pendorong dalam pertumbuhan ekonomi nasional karena sebagai kontributor kedua terbesar kedua setelah industri manufaktur terhadap PDB, juga penyedia bahan-bahan pokok agar inflasi tetap terkendali dan penghasil devisa Negara.

Aplikasi metode geofisika dalam bidang pertanian sudah mulai banyak dilakukan. Survei metode geofisika pada bidang pertanian merupakan survei pendahuluan untuk mengetahui pola penyebaran anomali pada daerah penelitian Penerapan metode tersebut dilakukan untuk melakukan identifikasi kasus lapisan-lapisan tanah yang cocok untuk pertanian tanaman tertentu bahkan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas kesuburan pada tanah, untuk memberikan data kuantitatif tentang kondisi tanah secara rinci. Dalam penelitian ini akan dilakukan langkah awal evaluasi sifat fisika tanah dan korelasinya dengan kualitas hasil tani.

Salah satu metode yang dapat diterapkan pada pertanian adalah metode potensial diri. Potensial diri (self potential) merupakan tegangan statis alam yang  terdapat di permukaan bumi, akibat proses mekanik dan elektrokimia di bawah permukaan. Metode self potential (potensial diri) secara tradisional digunakan sebagai metode untuk eksplorasi mineral di industri minyak, namun sekarang mulai dikembangkan untuk hidrogeologi, aplikasi rekayasa air, serta identifikasi kesuburan tanah. Pada dasarnya potensial diri merupakan tegangan listrik searah (DC) yang terjadi di permukaan bumi yang bervariasi secara lambat. Potensial diri (self potential) berhubungan dengan lapisan mineral yang mengandung sulfida, sifat batuan pada daerah kontak-kontak geologi, aktifitas bioelektrik material organik, korosi, dan fenomena yang lainnya. Self potential ini dapat muncul karena  adanya aktifitas elektrokimia dan mekanik di dalam bumi. Faktor pengontrol dari aktifitas tersebut adalah air tanah (ground water).

Sebelum proses pengambilan data di lapangan, terlebih dahulu dilakukan survei lokasi pada daerah penelitian dan mengumpulkan referensi terkait kondisi tanah pertanian di daerah tersebut. Serta mempelajari sistem dan pola pemeliharaan tanah pertanian/perkebunan yang dilakukan oleh petani selama ini serta metode yang digunakan dalam pengambilan data, sehingga nantinya memudahkan dalam pengambilan data di lapangan.

Selanjutnya dilakukan pengambilan data dengan menggunakan metode potensial diri dan kemudian  dilakukan pengolahan data dengan menggunakan software untuk mendapatkan konturdari masing-masing data. Selanjutnya dilakukan analisa data dan interpretasi dari hasil pengolahan data potensial diri. Dan hasil akhir dari metode ini dapat memberikan gambaran sebaran kesuburan tanah di daerah pertanian tersebut.

Dari data pengukuran akan didapat peta kontur isopotensial yang dapat digunakan untuk interpretasi bawah permukaan apakah pada daerah penelitian merupakan zona konduktif atau bukan. Nilai potensial litrik tanah yang sangat kecil mengindikasikan daerah yang konduktif Dimana semakin kecil anomali potensial listrik tanah(bernilai negatif) maka akumulasi aliran air ke lokasi penelitian relatif semakin besar (Kartini dan Danusaputro, 2005).  Perbedaan nilai isopotensial tersebut disebabkan adanya aktifitas biolelektrik pada tumbuhan, perbedaan konsentrasi elektrolit serta aktifitas geokimia lainnya

 

Refrensi

Allred, Barry J.; Daniels, Jeffrey J. Ehsani, M. Reza. 2008. Handbook Agricultural Geophysics. CRC Press. USA

Rohmah,Siti. 2015. Analisis Sebaran Kesuburan Tanah Dengan Metode Potensial Diri (Self Potential) Studi Kasus Daerah Pertanian Bedengan Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.