Migrasi Seismik

Migrasi data seismik adalah suatu proses pengolahan data seismik yang bertujuan untuk memetakan event-event seismik pada posisi yang sebenarnya (Sheriff and Geldart, 1995). Pengolahan data seismik secara umum dibagi menjadi 4 kategori utama (Berkhout and Wulfften, 1980) yakni:

  1. Memperbesar sudut kemiringan,
  2. Memperpendek reflektor,
  3. Memindahkan reflektor ke arah up dip, dan
  4. Memperbaiki resolusi lateral.

Migrasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu :

  • Metode Kirchhoff
  • Metode F-K
  • Metode Beda-Hingga (finite-differece)
  • Metode Reverse Time

Pre- Stack Time Migration (PSTM)

PSTM merupakan teknik migrasi data seismik yang diterapkan sebelum proses stacking. Dibandingkan dengan Post Stack Time Migration, Pre-Stack Time Migration memberikan hasil yang lebih baik terutama untuk di dalam pencitraan struktur yang cukup kompleks seperti conflicting dips structure dan pengurangan energi dari titik refleksi akibat side swipe.
Metodologi yang biasa diterapkan untuk melakukan PSTM adalah: pertama, melakukan konvolusi dengan elliptical impulse response, kedua dengan melakukan penjumlahan di sepanjang diffraction response curve (Kirchhoff migration). Untuk metodologi yang pertama, data seismik disortir ke dalam domain common-offset. Selanjutnya data tersebut dikonvolusikan dengan elliptical impulse, dikarenakan PSTM biasanya memiliki variasi kecepatan yang smooth, maka residual NMO corection diterapkan setelah NMO yang utama. Elliptical impulse response dibangun berdasarkan persamaan ellips sbb:

rumus 1
Dimana:

  • h : offset/2
  • z : kedalaman= V*T/2
  • T : waktu TWT
  • L : T/2 x : offset

Metodologi yang kedua adalah migrasi Kirchhoff sering disebut dengan migrasi penjumlahan Kirchhoff adalah metode migrasi penjumlahan kurva difraksi (diffraction summation). Metode ini merupakan suatu pendekatan secara statistik dimana posisi suatu titik di bawah permukaan dapat berasal dari berbagai kemungkinan lokasi dengan tingkat probabilitas sama. Secara praktis migrasi kirchhoff dilakukan dengan menjumlahkan amplitudo dari suatu titik reflektor sepanjang suatu tempat kedudukan yang merupakan kemungkinan lokasi yang sesungguhnya.
Suatu bidang reflektor (horizon reflektor untu penampang 2 dimensi) representasinya pada penampang offset nol adalah superposisi dari hiperbola- hiperbola difraksi dari titik- titik pada bidang tersebut yang bertindak sebagai Huygens Secondary Source. Migrasi Kirchoff membawa ttik- titik pada hiperbola difraksi ke puncak- puncaknya menghasilkan titik- titik yang berada pada posisi seharusnya.
Migrasi Kirchhoff dapat dilakukan dalam suatu migrasi kawasan waktu menggunakan kecepatan RMS dan straight ray atau dalam migrasi kawasan kedalaman menggunakan kecepatan interval dan ray tracing.
Keuntungan utama dari migrasi Kirchhoff ini adalah penampilan kemiringan curam yang baik. Sedangkan salah satu kerugiannya adalah kenampakan yang buruk jika data seismik mempunyai signal to noise yang rendah. (Prakoso, 2009)

Gambar (a): penampang sebelum dimigrasi. Gambar (b): penampang setelah dimigrasi
Gambar (a): penampang sebelum dimigrasi. Gambar (b): penampang setelah dimigrasi

DAFTAR PUSTAKA

  • Aritonang, Fredy M. 2013. Penerapan Metode Prestack dan Poststack Time Migration untuk Meningkatkan Kualitas Data Seismik Laut. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  • Yilmaz, Ö, 2001, Seismic Data Analysis, Processing, Inversion, and Interpretation of Seismic Dat, Volume I, Society of Exploration Geophysicists: Tulsa USA.
  • Abdullah, Agus. 2007. Ensiklopedi Seismik. ensiklopediseismik.blogspot.com.
Penulis: Ridho Fahmi - Geofisika ITS

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares