Pengetahuan

PERAN GEOFISIKA DALAM PERTAMBANGAN

2

Pertambangan merupakan suatu kegiatan pengambilan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kerak bumi, baik digali secara mekanis maupun manual di permukaan bumi ataupun di bawah permukaan bumi. Output dari kegiatan pertambangan ini diperoleh sumber daya mineral seperti : batubara, pasir besi, bijih timah, bijih nikel, bijih bauksit, bijih tembaga, bijih emas, perak, dsb. Adapun proses pertambangan ini berawal dari tahap persiapan hingga tahap penggalian. Sedangkan kegiatan pemecahan, peleburan, pemurnian dan segala proses pengolahan hasil pertambangan/penggalian tidak termasuk kegiatan pertambangan/penggalian, akan tetapi digolongkan ke dalam kegiatan industri. Berikut merupakan tahapan kegiatan pertambangan :

  1. Eksplorasi
    Eksplorasi adalah suatu kegiatan penyelidikan dan pencarian untuk menemukan endapan bahan galian atau mineral berharga. Kemudian dilanjutkan dengan mengetahui ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan besarnya cadangan serta “studi kelayakan” dari endapan  bahan galian atau mineral berharga yang telah diketemukan.
  2. Eksploitasi
    Eksploitasi adalah suatu kegiatan penambangan yang meliputi pekerjaan-pekerjaan pengambilan dan  pengangkutan endapan bahan galian atau mineral berharga sampai ke tempat penimbunan dan pengolahan/pencucian, kadang-kadang sampai ke tempat pemasaran.
  3. Pengolahan/Pemurnian/Pengilangan
    Pengolahan/Pemurnian adalah suatu pekerjaan memurnikan/meninggikan kadar bahan galian dengan jalan memisahkan mineral berharga dan yang tidak berharga, kemudian membuang mineral yang tidak berharga tersebut (dapat dilakukan dengan cara kimia).

Tahap eksplorasi merupakan tahapan dalam kegiatan pertambangan yang membutuhkan tenaga ahli geologi dan geofisika. Dalam penyelidikan dan pencarian untuk menemukan endapan bahan galian atau mineral berharga diperlukan tenaga ahli geologi yang paham tentang kondisi geologi wilayah yang hendak di eksploitasi sumber daya mineralnya. Analisis geology secara kualitatif perlu didukung oleh data-data kuantitatif hasil pengukuran di lapangan oleh tenaga ahli geofisika.

2

Ahli geologi yang faham secara detail mengenai geologi regional daerah prospek pertambangan akan melakukan pengamatan secara mendalam terkait hal-hal yang mendukung terbentuknya mineralisasi di daerah tersebut. Mulai dari sejarah geologi hingga jenis mineral dan kemenerusannya kearah mana, ahli geologi dapat mengungkapnya. Adapun ahli geofisika akan melakukan survey dengan metode-metode geofisika untuk menentukan secara jelas daerah minralisasi, luasan, kedalaman, hingga volume dan prospek mineralnya yang dapat di eksploitasi dalam bentuk peta sub-surface. Berbagai macam metode geofisika akan dikombinasi agar semakin memperkuat data-dat geologi yang ada.

Adapun metode-metode geofisika yang digunakan dalam pertambangan umumnya adalah metode-metode non-seismic dimana dapat berupa metode aktif (buatan) maupun pasif (alami). Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respon yang dilakukan oleh bumi. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnet bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radiokativitas bumi. Salah satu metode geofisika yang berperan dalam pertambangan adalah metode elektromagnetik. Metode elektromagnetik adalah metoda pendugaan bawah permukaan dengan memanfaatkan sifat fisis bumi yaitu adanya sifat kelistrikan dan kemagnetan batuan. Kepekaan magnetik (susceptibility) yang dimiliki batuan merupakan karaketristik batuan yang menggambarkan jumlah dari materi batuan yang dapat dirubah menjadi magnet, yang biasanya merupakan indikasi keterdapatan mineral atau bijih logam (ore deposit).

 

 

Referensi :

 Badan Pusat Statistik. n. d. diakses dari https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/10 pada 7 November 2016 pukul 15.00 WIB.

    Hartantyo, E. 2016. Metode Geolistrik dan Elektromagnetik. Yogjakarta : Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada.