PERKIRAAN KEDALAMAN SUMBER ANOMALI GAYA BERAT : PENDEKATAN SEMI-OTOMATIS

Setelah sebelumnya dibahas mengenai perkiraan kedalaman sumber anomali gaya berat melalui teknik grafik, kali ini perkiraan kedalaman akan dilakukan melalui pendekatan semi-otomatis, meliputi Euler Deconvolution dan Werner Deconvolution.

 

Euler Deconvolution

Metode ini memanfaatkan penentuan parameter decay rate N, atau structural index untuk mencari posisi sumber anomali gaya berat berdasarkan hubungan persamaan 1.

1a

dimana (x’,y’,z’) adalah posisi dari sumber anomali,  adalah nilai gaya berat, dan adalah turunannya. Solusi persamaan 1. untuk mencari posisi sumber anomali dapat dilakukan melalui proses inversi yang diaplikasikan pada suatu seri data gaya berat, 1D maupun 2D, dengan window tertentu. Metode ini awalnya digunakan pada interpretasi metode magnetik. Namun demikian, metode ini ternyata juga efektif digunakan pada data gaya berat. Berikut ini adalah daftar nilai structural index untuk beberapa model anomali sederhana.

1b

Tabel1. Daftar nilai structural index untuk beberapa model anomali sederhana pada data GA (Gravity Anomaly), FD (First Derivative) , dan SD (second Derivative).

Pada gambar 2 juga akan ditunjukkan interpretasi kedalaman menggunakan metode Euler Deconvolution dari suatu model anomali berbentuk silinder horisontal 2D dengan 5 buah tebakan structural index, yaitu 0.5, 1, 1.5, 2, 3, dan hasil posisi kedalamannya diplot dengan simbol 1,2,3,4, dan 5 berurutan sesuai dengan structural indeksnya.

1c

Gambar 1. Aplikasi Euler Deconvolution pada model silinder horisontal 2D.

 

Gambar 2 menunjukkan bahwa nilai structural index yang paling tepat digunakan dalam penentuan posisi model sederhana tersebut adalah 1 dengan hasil plot kedalaman bersimbol angka 2. Hal ini menunjukkan bahwa apabila structural index yang digunakan dalam perhitungan kedalaman euler deconvolution tepat, makahasilnya akan akurat.

 

Werner Deconvolution

Metode ini pada awalnya juga digunakan dalam interpretasi data magnetik namun juga dapat digunakan untuk metode gaya berat meskipun sangat jarang dalam pengaplikasiannya. Metode ini berguna apabila profil anomali dari respon gaya beratnya dapat dibentuk sebagai fungsi

                                                            1d

Sebagai contohnya adalah respon anomali gaya berat yang berasal dari model anomali sederhana silinder horisontal dapat dibentuk dalam persamaan 3

1e

Dengan adalah ekses massa dari silinder horisontal dan G adalah konstanta gravitasi. Gambar 2 menunjukkan aplikasi werner deconvolution untuk penentuan basement

1f

Gambar 2. Aplikasi Wernerr Deconvolution untuk menentukan kedalaman basement.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

          W. J. Hinze, R. R. B. v. Frese and A. H. Saad, Gravity and Magnetic Exploration : Principles, Practices, and Applications, Cambridge University Press, 2008

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares