SEISMIK INTERFEROMETRI #2 Noise Menjadi Data?

Noise Menjadi Data?

Seis Infmetri1

Dalam dunia eksplorasi seismik, berbagai inovasi dilakukan seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi. Perkembangan teknik pengambilan data ( akuisisi), pengolahan sinyal, dan juga kemampuan komputasi semakin memperkuat keakuratan dari informasi dan juga meminimalisir biaya operasi. Hal tersebut didukung oleh persaingan di dunia eksplorasi pada zaman sekarang yang banyak memanfaatkan metode seismik. Salah satu metode yang sedang berkembang adalah Interferometri seismik.

Interferometri sendiri berasal dari kata interference yaitu suatu dimana dua atau beberapa gelombang yang bersuperposisi mengasilkan amplitude yang lebih besar, lebih kecil,ataupun sama. Interferometri seismik merupakan suatu pengidentifikasi suatu fenomena umum interferensi antara beberapa pasang sinyal untuk mendapatkan informasi pada bawah permukaan bumi. Sinyal sinyal pada metode interferometri dapat menggunakan noise-noise pada dekat permukaan yang umumnya terjadi secara alami maupun buatan manusia. Menggunakan metode interferometri, kini memungkinkan melakukan eksplorasi seismik tanpa menggunakan source aktif.

Interferometri seismik merupakan suatu metode dimana respon seismik baru diciptakan dengan melakukan “cross-correlation” beberapa observasi seismik pada lokasi  receiver yang berbeda. Dalam hal ini, ketika suatu gelombang melewati suatu penerima, cross correlation antar trace dari receiver pertama dan receiver yang posisi lain dapat merekonstruksi suatu medan gelombang merambat dimana satu receiver menjadi suatu sumber bagi receiver lainnya. Pengkorelasian sinyal tersebut dilakukan menggunakan “Green’s Function”

 

Seis Infmetri2.jpg

 

Suatu sinyal pada lokasi A dapat dilakukan  cross correlation dengan sinyal pada lokasi B untuk menciptakan suatu virtual source – receiver menggunakan interferometri seismik.  Hal tersebut menciptakan suatu akuisisi dengan source semu berupa gelombang yang berasal dari titik A yang mengalami perambatan langsung dan tidak langsung.

Pengolahan data seismik interferometri sebagian besar tidak jauh berbeda dengan umumnya diawali dengan data lapangan yang kemudian dilakukan  Green function retreival . Hasil dari pengambilan fungsi tersebut akan dilakukan  shot gather, dan kemudian dilakukan pengolahan seismik konvensional seperti biasanya.

Keuntungan menggunakan metode seismik interferometri adalah kecocokannya untuk akuisisi di area urban(perkotaan), dikarenakan penggunaan source pasif berupa ambient noise akan mengatasi kesulitan menerapkan sumber getar aktif di pemukiman.

Kekurangannya, penggunaan noise sebagai sumber menghasilkan gambaran sinyal yang sangat lemah. Sinyal yang lemah hanya akan dapat menembus kedalaman yang dangkal dengan resolusi yang rendah.

 

Penulis : Gilang Wiranda, ITS

Referensi

Muhammad, N. R. (2017). Aplikasi dan Permodelan Seismik Interferometri. Tugas Akhir Departemen Teknik Geofisika.

Wapenaar, K. (2010). Tutorial on Seismic Interferometry Part 1 – Principles and applications. Geophysics, VOL.75.

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares