Pengetahuan

SEISMIK INTERFEROMETRI

Pada akuisisi data seismik terdapat dua variasi berdasarkan sumbernya . Seismik aktif menggunakan sumber buatan yang diketahui lokasi dari sumber tersebut. Kemudian seismik pasif menggunakan sumber dari semua ambient noise (sumber yang tidakdiketahuiletakpastinya) yang kemudian direkam untuk mengkarakteristik batuan dibawah permukaan tanah. Karena seismik pasif memanfaatkan ambient noise maka akan berdampak pada data yang didapatkan memiliki resolusi relatif lebih rendah dari pada seismik aktif. Oleh karena itu pada proses pengolahannya membutuhkan cara khusus, tergantung dengan tujuan yang ingin didapatkan.

Lebih dari satu abad, ilmuan dan teknisi telah menggunakan interferensi dari gelombang cahaya untuk mengamati properti optik dari objek. (Lauterborn, 1993). Seismik interferometri adalah salah satu metoda seismik pasif. Dimana metoda ini dapat digunakan dalam monitoring reservoar. Metode tersebut mengubah ambient noise sebagai sinyal. Ada tiga cara untuk mengekstraksinya adalah dengan cross-correlation, deconvolution, cross-coherence yang akan menghasilkan virtual-source.

J.F.Claerbout meneliti hubungan antara respon dari transmisi dan refleksi pada pada lapisan horisontal (Claerbout, 1968). Pada penelitiannya menunjukkan bahwa autokorelasi dari respon transmisi sama dengan respon refleksi ditambah dengan time reversed sebelum t=0. Kemudian dia menduga bahwa hubungan tersebut dapat digunakan pada medium 3D inhomogeneous. Dengan menggunakan cross-corelation antar trace dari dua penerima/receiver dipisahkan oleh offset dapat merekonstruksi medan gelombang dimana salah satu dari penerima/receiver menjadi sumber pada penerima lain.

Penulis :NUR ROCHMAN MUHAMMAD – ITS

DAFTAR PUSTAKA :

         Claerbout, J. F. (1968). Synthesis of a layered medium from its acoustic transmission response. GEOPHYSICS, 264–269.

         Wapenaar, K., Draganov, D., Snieder, R., Campman, X., & Verdel, A. Tutorial on seismic interferometry. Part I: Basic. Delft: Delft University of Technology.