Volcanic Petroleum Play System

Dengan berkembangnya kegiatan industri yang menggunakan sumber energi berupa minyak dan gas bumi yang semakin meningkat dan disertai dengan penurunan produksi minyak dan gas bumi dari cekungan produksi akibat eksploitasi sumber energi tersebut secara berlebihan, maka untuk memecahkan solusi tersebut dilakukan usaha-usaha perkembangan di bidang eksplorasi. Dalam mengeksplorasi sumber cadangan hidrokarbon hampir keseluruhannya ditemukan pada batuan sediment clastic maupun batuan sediment carbonate. Namun, seiring berkembangnya keilmuan dan pemikiran khusunya dalam bidang geologist ataupun geophysicist bahwa telah ditemukan hidrokrabon pada batuan hasil dari volcanic process dimana batuan tersebut telah terbentuk menjadi basement. Hal tersebut terbukti pada salah satu lapangan milik PT. Pertamina EP di lapangan Jatibarang dimana hidrokarbon ditemukan pada fractured basement reservoir. Secara umum model geologi yang berperan dalam keterdapatannya hidrokarbon pada batuan dasar (basement) diakibatkan proses tektonik kompresional yang sangat kuat, dimana batuan akan terlipatkan dan terpatahkan. Terutama pada batuan yang bersifat rigid, seperti halnya pada batuan dasar (basement), maka proses tektonik tersebut akan mengakibatkan banyak retakan dan rekahan yang merupakan model reservoir yang potensial, khususnya pada model open fracture (rekahan terbuka). Menurut Sircar (2004) batuan dasar umumnya memiliki karateristik keras dan brittle dengan porositas matrik dan permeabilitas yang rendah. Namun biasanya porositas yang berkembang adalah porositas sekunder.

Pada kasus fractured basement reservoir hampir semua basement yang menjadi reservoir secara regional terletak di bawah dan tidak selaras dengan lapisan diatasnya dan biasa ter-uplift atau merupakan tinggian basement. Proses uplift ini umumnya terjadi dalam waktu yang lama sepanjang skala waktu geologi dan menjadi subjek pelapukan dan erosi dalam periode yang panjang. Sedimen berumur lebih muda, yang bertindak sebagai batuan sumber hidrokarbon, yang berada di samping atau tepat diatas basement yang memungkinkan terjadi pemerangkapan pada basement rock. Tinggian pada basement dapat diakibatkan oleh sesar akibat aktivitas tektonik atau menurun akibat adanya cover sedimen dan membentuk seperti bukit. Sangat penting reservoir tersebut terlapisi lagi oleh batuan penutup (seal) dan minyak yang berasal dari batuan sumber yang berdekatan dapat bermigrasi dan terperangkap. Ketidakselarasan juga menjadi faktor penting dalam basement reservoir karena bisa menjadi jalan migrasi minyak. Permukaan lapisan yang tidak selaras tersebut memberi bukti bahwa basement mengalami pelapukan, erosi, solusi, dan pencucian dalam waktu yang lama dan meningkatkan porositas dan permeabilitas, dan menjadi semacam tepat berkumpulnya akumulasi minyak. Kebanyakan batuan basement keras bersifat brittle dengan porositas matriks dan permeabilitas yang kecil, konsekuensinya kualitas reservoir bergantung pada perkembangan porositas sekunder.

Gbr

Diskontinuiti yang ditemukan di lingkungan bawah permukaan memiliki berbagai asal-usul atau sumber. Variabilitas dan hubungan antara berbagai hal menjadi parameter dominan yang mengontrol nilai ekonomis cadangan hidrokarbon pada fractured sistem. Hal-hal yang mempengaruhinya yaitu:

Kompaksi, dalam proses ini dominan terjadi saat kompaksi suatu sikuen sedimen, walaupun begitu proses ini dapat menghasilkan batuan metamorf ber-grade rendah sampai medium.

Subsiden, dalam proses ini dapat menghasilkan fracture dengan variasi orentasi yang berbeda. Contohnya saat jeda di lingkungan cekungan yang rifting dan terkena panas (thermal). Daerah dengan stress yang berbeda dapat terbentuk pada cekungan yang mengalami subsiden, dengan variasi fracture dan orentasi sesar yang berbeda.

Tektonik, pada proses ini basement mungkin mengalami berbagai peristiwa tektonik yang berbeda (thrusting, rifting, dll), fase tersebut juga reaktivasi yang terjadi menghasilkan formasi fracture dengan fase yang berbeda.

Intrusi, pada proses intrusi plutonik relatif pada kedalaman yang dangkal di litosfer dapat menghasilkan brittle deformasi. Fracture mungkin untuk terbentuk di permukaan atas dari intrusi.

Proses fisik terjadi pada banyak basement yang berada di bawah ketidakselarasan secara regional yang memberitahu keadaan permukaan bumi dalam periode waktu tertentu. Selama hiatus, permukaan ini mengalami berbagai proses pelapukan dan erosi. Dan Fracture dapat terbentuk pada permukaan.

Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia

HMGI

Shares