Geopedia Edisi II : Teori Relativitas Einstein

sampul23

Apa itu teori relativitas Einstein?

Mari kita simak.

     Siapa yang tak kenal dengan Albert Einstein? Tentunya nama Albert Einstein sudah tak asing lagi di telinga kita bukan? Teori Relativitas adalah buah pikiran manusia cerdas, ilmuwan Fisika teoretis jenius, Albert Einstein pada tahun 1905.

     Pada prinsipnya merupakan gagasan bahwa hukum fisika adalah sama di mana pun. Hukum fisika yang berlaku di Bumi, berlaku juga di seluruh jagat raya. Namun, hanya sedikit dari kita yang memahami dan menyadari bahwa penjelasannya terpampang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

     “Ketika anda berpacaran dengan cewek yang manis, satu jam seperti sedetik. Ketika anda duduk di atas tungku panas, sedetik serasa satu jam, itulah relativitas” (Albert Einstein)

     Teori relativitas Einstein memprediksikan bahwa adanya potensi gerbang menuju dunia lain melalui lubang hitam dan “Gerbang” tersebut dinamakan lubang putih. Lubang putih menurut hipotesisnya mengeluarkan segala materi black hole, artinya waktu berjalan mundur di lubang putih.

     Teori relativitas diterbitkan Einstein dalam dua tahap. Pertama einstein menerbitkan teori relativitas khusus di tahun 1905. Sepuluh tahun kemudian, barulah teori relativitas umum ia mempublikasikan.

     Dalam mengemukakan teori relativitas khusus ini Einstein mengemukakan dua postulat atau konsep. Postulat pertama, hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan yang berbentuk sama dalam semua kerangka acuan inersia. Yang artinya, bentuk persamaan fisika akan selalu sama walaupun diamati dalam keadaan bergerak.

     Postulat kedua, kecepatan cahaya dalam ruang hampa sama besar untuk semua pengamat, tidak tergantung dari keadaan gerak pengamat itu. Kecepatan cahaya di ruang hampa sebesar c = 3 x 108 m/s.

     Masuk ke teori relativitas umum Einstein, karena lubang hitam mempunyai distorsi ruang waktu yang sangat dalam pada bidang angkasa (bernilai tak hingga), hal ini akan memungkinkan adanya portal menuju alam semesta paralel, melalui lubang putih. Ini adalah prediksi dengan mengasumsikan bahwa kita dapat menembus distorsi ruang waktu tersebut ke lubang putih, karena hal ini secara hukum Termodinamika II sangat tidak mungkin, karena nilainya tak hingga, kita butuh energi negatif dan harus bisa melewati kecepatan cahaya itu sendiri ketika berada di dalam singularitas.

     Hal ini akan berlaku dengan semua lubang hitam, baik yang mempunyai accretion disk maupun tidak, karena tiap lubang hitam sangat padat dan massanya sangat besar walaupun ukurannya tidak sebesar massanya.

     White hole itu ibaratnya adalah inverse dari black hole di mana black hole menyerap materi, maka white hole mengeluarkan materi yang telah diserap black hole, nah jalur penghubung antara distorsi ruang waktu kedua objek tersebut disebut Einstein-Rosen Bridge atau Wormhole yang akrab di dengar telinga kita.

     Dalam persamaan Einstein, white hole menjadi sangat memungkinkan dan menjadi hipotesis untuk menjawab Black Hole Information Paradox, anggaplah jawaban sementara ini kemudian nantinya bisa dikembangkan melalui ToE, karena dalam persamaan Einstein kita tidak boleh mengabaikan pengaruh gravitasi kuantum.

     Di white hole waktu berjalan mundur, kenapa bisa yah? Ini benar-benar melanggar hukum Termodinamika, tetapi kita tidak pernah tahu bahwa alam semesta paralel mungkin saja mengabaikan hukum-hukum alam yang kita pelajari. Di White Hole waktu berjalan mundur karena ketika kita gambar koordinat waktu di dalam event horizon, karena cahaya tidak bisa tertangkap, maka akan ada yang keluar dari garis koordinat dan menyatakan lambang (negatif) artinya waktunya berjalan terbalik di sana.
TL;DR (Too Long Didn’t Read) White hole itu jawaban sementara terhadap Black Hole Information Paradox. White hole terbentuk karena distorsi ruang waktu yang sangat dalam dari black hole.