-

: secretariat@hmgi.or.id 085782105655 Gedung A FMIPA UI, Kampus UI Depok, Depok 16424
HMGI
SHARE :

TRIGGER #7 Potensi Tsunami Jawa Selatan Apakah harus Panik?

2
04/2022
Kategori : Article / Education
Komentar : 0 komentar
Author : admin@hmgi.co.id


TRIGGER #7  Potensi Tsunami Jawa Selatan Apakah harus Panik?

Gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan sejumlah energi pada batuan kerak bumi. Salah satu energi tersebut adalah energi gelombang yang disebut dengan gelombang seismik. Gelombang ini dipancarkan dari sumbernya dan menjalar kesegala arah, sehingga dapat dideteksi oleh sensor seismik.

Gempa Megathrust sendiri dapat didefinisikan sebagai gempa yang terjadi pada zona sesar Megathrust, dimana pada umumnya terjadi dalam zona Subduksi antar lempeng benua dan samudera. Gempa Megarhrust memiliki potensi tsunami apabila titik lokasi gempa terletak di laut dan memicu terjadinya tsunami.

Gempa Megathrust terjadi akibat penujaman lempeng samudera tipis (crust) yang memiliki densitas rendah terhadap lempeng benua tebal (plate), sepanjang tahun akan bergerak dengan rate tertentu. Diakibatkan oleh penujaman lempeng ini, membuat medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng (seismogenic zone). Apabila cukup lama energi medan tegangan itu tersimpan, sewaktu waktu energi tersebut akan ‘dikeluarkan’ dalam bentuk guncangan gempa.

Tsunami berpotensi terjadi apabila titik gempa berada di laut dengan magnitude tertentu dengan kedalaman yang dangkal. Gelombang air yang ter-displacement oleh gempa bergerak menuju ke tepian daratan dengan kedalaman lautan yang rendah (shallow water) yang dimana akan memperlambat kecepatan gelombang, namun akan menambah amplitudo, ketinggian gelombang tsunami. 

 

Zona Megathrust Indonesia membentang di zona subduksi aktif, seperti: Zona Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba, Zona Subduksi Banda, Zona Subduksi Lempeng Laut Maluku, Zona Subduksi Sulawesi, Zona Subduksi Lempeng Laut Filipina, dan Zona Subduksi Utara Papua. Zona ini terbentuk jutaan tahun yang lalu saat rangkaian busur kepulauan Indonesia (Indonesia Archipelago) terbentuk.

Seismic Gap adalah kawasan yang aktif secara tektonik namun sangat jarang mengalami gempa bumi dalam jangka waktu yang lama. Seismic gap tersebut mampu menjadi sumber gempa bumi di masa mendatang jika deformasi yang diamati lebih kecil daripada laju gerak lempeng (deficit slip). Adapun teori seismic gap yang memprediksi bahwa ukuran relatif dan frekuensi gempa bumi di suatu daerah tergantung pada besar dan frekuensi gempa bumi di daerah lain.

Secara umum, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Zona Megathrust dan gempa yang dihasilkan dapat dipelajari lebih lanjut pada analisis Earthquake Source Paramater. Analisis ini terbagi menjadi tiga, yaitu 1). Analisis Dimensi Efektif (input data parameter fisik), 2). Analisis Box-Cox (menentukan probabilitas distribusi slip), 3). Analisis Spektral (dengan pendekatan deret Fourier sebagai fungsi gelombang)

Pada umumnya, gempa bukan merupakan faktor utama yang merenggut nyawa. Namun, dampak dari gempa bumi yang paling banyak memakan korban jiwa terkait dengan struktur buatan manusia dan pemicu bencana alam lainnya seperti tsunami dan tanah longsor.


Pemerintah Jepang menggelontorkan dana sebesar satu milyar USD untuk mengembangkan Early Warning System (EWS) yang bekerja dengan mendeteksi gelombang P (P-Waves) dibentuk oleh gempa bumi, sehingga efek kerusakan yang diakibatkan oleh gelombang S (S-Waves) dan dapat diminimalisir.
Edukasi masyarakat di daerah rawan gempa dan pesisir sangat dibutuhkan dalam menanggulangi korban jiwa. Salah satunya adalah dengan edukasi bangunan tahan gempa, pembuatan Sea-Walls, simulasi bencana, mempersiapkan kebutuhan darurat, dan rute evakuasi.

 

Referensi :

Muhammad, Ario., Goda, Katsuichiro., Alexander, Nicholas. 2016. Tsunami hazard analysis of Future Megathrust Sumatra earthquakes in Padang, Indonesia Using stochastic Tsunami simulation. December 2016 Frontiers in Built Environment | Volume 2 | Article 33
S. Widiyantoro, E. Gunawan, A. Muhari, N. Rawlinson, J. Mori, N. R. Hanifa, S. Susilo, P. Supendi, H. A. Shiddiqi, A. D. Nugraha1 & H. E. Putra. 2020. Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Java Indonesia. Scientific Reports | (2020) 10:15274
Susan L. Bilek and Thorne Lay. 2018. Subduction zone megathrust earthquakes. GEOSPHERE; v. 14, no. 4
https://www.jma.go.jp/jma/en/Activities/earthquake.html

Berita Lainnya

3
04/2022
2
04/2022
TRIGGER #8 MICROSEISMIC MONITORING
Author : admin@hmgi.co.id
2
04/2022
2
04/2022
TRIGGER #5 POTENSI AIRBORNE GRAVITY
Author : admin@hmgi.co.id


Tinggalkan Komentar