-

: secretariat@hmgi.or.id 085782105655 Gedung A FMIPA UI, Kampus UI Depok, Depok 16424
HMGI
SHARE :

TRIGGER #8 MICROSEISMIC MONITORING

2
04/2022
Kategori : Article / Education
Komentar : 0 komentar
Author : admin@hmgi.co.id


TRIGGER  #8 MICROSEISMIC MONITORING

Microseismic Monitoring (Pemantauan mikroseismik) adalah pengamatan pasif dari gempa bumi berskala sangat kecil yang terjadi di dalam tanah sebagai akibat dari aktivitas manusia atau proses industri seperti pertambangan, rekahan hidrolik, peningkatan perolehan minyak, operasi panas bumi atau penyimpanan gas bawah tanah. Ilmu mikroseismik tumbuh dari seismologi gempa dan berfokus pada gempa mikro (yaitu besarnya kurang dari nol). Gempa mikro ini terlalu kecil untuk dirasakan di permukaan, tetapi dapat dideteksi oleh peralatan sensitif seperti geofon dan akselerometer.

Tidak seperti teknologi seismik 3D tradisional yang mengukur pantulan akustik dari sumber energi, pemantauan mikroseismik adalah metode pasif, yang berarti ia mendengarkan energi seismik yang sudah terjadi di bawah tanah. Seismisitas pasif juga sering disebut sebagai “kegempaan terinduksi”.

Metode pasif memberikan rekaman seismisitas 4D berkelanjutan di wilayah pemantauan, daripada snapshot individual dalam waktu yang diperoleh dengan metode seismik 3D konvensional. Hasil mikroseismik sering disampaikan secara real-time, dan secara harfiah dapat menawarkan rekaman video dari apa yang terjadi jauh di bawah tanah sebagai akibat dari operasi industri.

Apa itu peristiwa mikroseismik?
Gempa bumi skala besar disebabkan ketika energi dilepaskan sebagai akibat dari kegagalan batuan di sepanjang patahan. Sebaliknya, peristiwa mikroseismik disebabkan ketika aktivitas manusia seperti penambangan atau produksi minyak dan gas mengubah distribusi tegangan atau volume massa batuan. Ketika batuan mencoba untuk mendistribusikan kembali tekanan di dalam massa batuan, ia akan tiba-tiba tergelincir atau geser di sepanjang zona kelemahan yang sudah ada sebelumnya seperti di sepanjang sesar atau jaringan rekahan.

Apa yang dapat ditunjukkan oleh pemantauan mikroseismik kepada kita?
Pemantauan mikroseismik dasar bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan mendasar tentang peristiwa mikroseismik:
• Kapan peristiwa mikroseismik terjadi?
• Di mana peristiwa mikroseismik terjadi?
• Seberapa besar peristiwa mikroseismik?

Pemetaan mikroseismik tradisional menentukan lokasi dan besaran peristiwa. Ketika mikroseismisitas diamati dari waktu ke waktu, operator mungkin mulai melihat pola kegempaan yang terkait dengan kegiatan produksi.

Pemanfaat metode mikroseismik dapat dilakukan diberbagai sektor, diantaranya yaitu mikrotremor panas bumi dan hidrokarbon (minyak dan gas bumi).
1) Mikrotremor Panas bumi
Data mikrosesimik dapat berfungsi untuk pemantauan sumur tua berupa injeksi fluida (air atau uap) yang mengakibatkan bertambahnya tekanan pada sumur yang melawan formasi batuan menciptakan hydraulic fracturing sehingga menyebabkan timbulnya gempa kecil (microearthquake) yang melepaskan gelombang seismic. Tidak hanya hydraulic fracturing, patahan alami yang aktif karena adanya hydraulic fracturing juga memainkan peran penting di dalam pengembangan dan produksi pada panas bumi.

2) Mikroseismik Hidrokarbon
Metode low frequency passive seismic dalam eksplorasi migas didasari oleh penelitian yang menemukan adanya anomali spektrum difrekuensi rendah pada pengukuran mikrotremor di berbagai sumur produksi di penjuru dunia. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pada lokasi dimana terkandung hidrokarbon akan memiliki anomali frekuensi rendah yang berbeda dengan lokasi disekitarnya yang tidak mengandung hidrokarbon. Metode ini telah terbukti dibanyak lapangan migas di dunia dan Indonesia telah mulai menerapkan prinsip ini sebagai metode pelengkap untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas eksplorasi.

Referensi :

https://www.esgsolutions.com/technical-resources/microseismic-knowledgebase/microseismic-monitoring-101

https://www.esgsolutions.com/technical-resources/microseismic-knowledgebase/understanding-the-waveform

http://repository.lppm.unila.ac.id/18064/1/Mikroseismik%20Mikrotremor%20fiks%20ISBN.pdf


Berita Lainnya

3
04/2022
2
04/2022
TRIGGER #8 MICROSEISMIC MONITORING
Author : admin@hmgi.co.id
2
04/2022
2
04/2022
TRIGGER #5 POTENSI AIRBORNE GRAVITY
Author : admin@hmgi.co.id


Tinggalkan Komentar