-

: secretariat@hmgi.or.id 085782105655 Gedung A FMIPA UI, Kampus UI Depok, Depok 16424
HMGI
SHARE :

Trigger Eps 16: Indonesia Timur Rawan Gempa? Kenapa?

14
03/2021
Kategori : 2020/2021 / Article / Education / News / Trigger
Komentar : 0 komentar
Author : admin@hmgi.co.id


Trigger Eps 16: Indonesia Timur Rawan Gempa? Kenapa?

Kawasan Indonesia Timur terdiri dari dua pulau besar yaitu Sulawesi dan Papua serta jajaran beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Kepulauan Banda Selatan, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Maluku, dan Halmahera. Berdasarkan data BMKG terlihat bahwa di Indonesia Timur ini memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi yang digambarkan dengan banyaknya kejadian gempa. Bahkan hampir seluruh sisi bagian Indonesia Timur tertutupi oleh titik-titik episenter gempa. Mengapa demikian? Mari kita bahas…

Peta Seismisitas Indonesia (BMKG, 2020)

Tingkat seismisitas yang tinggi pada Indonesia Timur disebabkan oleh tatanan tektoniknya yang kompleks. Secara geodinamika, pada Kawasan Timur Indonesia terjadi interaksi antara tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Samudera Pasifik, Lempeng HindiaAustralia, dan Lempeng Benua Eurasia yang terkenal dengan nama Triple Junction. Penunjaman Lempeng Pasifik ke arah barat daya mendesak Lempeng Hindia-Australia di bagian selatannya yang juga bergerak ke arah timur laut mengakibatkan terbentuknya Palung Nugini tepat di bawah perairan utara Papua. Lempeng Hindia-Australia bergerak dari selatan menunjam ke arah barat laut pada sisi selatan Kawasan Laut Banda dan berputar arah membentuk huruf u (u-turn) di sekitar deretan kepulauan Banda, menunjam ke barat daya membentuk palung di utara Pulau Seram dan Pulau Buru. Di sisi timurnya, akibat interaksi Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik memicu terjadinya patahan aktif Sesar Sorong yang bergerak mendatar dari timur ke barat tepat di Kawasan Kepala Burung Papua dan mendorong Kepulauan Banggai-Sula mendekati perairan Sulawesi Timur. Lempeng Eurasia sendiri yang secara tektonik relatif stabil, didesak terus di bagian selatannya oleh tunjaman Lempeng Samudera Hindia di bawah Perairan Selatan Jawa-Lombok-Sumba dan penunjaman Lempeng Hindia-Australia di sekitar Laut Banda.

Zona subduksi aktif dan beberapa patahan besar dengan arah pergerakan lempeng-lempeng penyusun Indonesia (Socquet et al, 2006)

Begitu pula di bagian utara Kawasan Timur Indonesia, terjadi interaksi Lempeng Samudera Pasifik, Lempeng Laut Filipina, Lempeng Laut Maluku, dan Lempeng Laut Sulawesi. Jadi cukup jelas terlihat bahwa Kawasan Timur Indonesia memang memiliki kondisi geodinamika yang sangat aktif. Kondisi aktif tersebut memicu tingkat seismisitas menjadi tinggi yang mengakibatkan potensi gempa bumi akan intensif terjadi pada kawasan ini. Menurut Simandjuntak (2004), kondisi geodinamika aktif juga membentuk deretan gunungapi di sepanjang zona penunjaman tersebut yang terbagi ke dalam jalur-jalur orogenesa gunungapi.

Peta zona sumber gempa Indonesia (Badan Geologi, 2009)

Berdasarkan jenis sumber gempanya, Indonesia Timur memiliki beragam jenis diantaranya karena ada pada zona penujaman/subduksi, zona patahan-patahan kerak bumi dangkal, dan zona menyebar (diffuse) yaitu jalur sumber gempa yang diasumsikan sebagai daerah yang mempunyai potensi kegempaan yang sama.

 

Referensi:

Badan Geologi, 2009. Peta Percepatan Puncak Batuan Dasar Wilayah Indonesia Untuk Perioda Ulang Gempa 500 Tahun atau 10% kemungkinan Terjadi Dalam 50 Tahun.

GORSEL, J. V., 2018. BIBLIOGRAPHY OF THE GEOLOGY OF INDONESIA AND SURROUNDING AREAS. 7th ed.

Simandjuntak, T., 2004. Tektonika. Publikasi Khusus ed. Bandung: Puslitbang Geologi.

Socquet, et al, 2006. India and Sunda plates motion and deformation along their boundary in Myanmar determined by GPS. Journal Geophysical Research, 111(B05406), pp. 1-11.

Troa, R. A., Triarso, E. & Dillenia, I., 2016. GEODINAMIKA KAWASAN TIMUR INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI SUMBER DAYA DASAR LAUT. Jurnal Kelautan Nasional, 11(1), pp. 1-10.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar