-

: secretariat@hmgi.or.id 085782105655 Gedung A FMIPA UI, Kampus UI Depok, Depok 16424
HMGI
SHARE :

Carbon Capture Storage (CCS) dalam mitigasi CO2

10
12/2017
Kategori : Collection /
Author : admin@hmgi.co.id
Terbit : 10 Desember 2017


Carbon Capture Storage (CCS) dalam mitigasi CO2

TRIGGER #3
Carbon Capture Storage (CCS) dalam mitigasi CO2

Pemanasan Global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia teruama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fossil dan alih fungsi lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) melalu proses yang disebut efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah sebuah istilah yang cukup erat kaitannya dengan pemanasan global disebut dengan efek rumah kaca karena adanya peningkatan suhu bumi akibat suhu panas yang terjebak di dalam atmosfer bumi.

Dalam mitigasi pemanasan global dikenal teknologi Carbon capture storage (CCS). Teknologi yang ditujukan untuk mengurangi emisi CO2 ke atmosfer ini berawal dari proses pemisahan dan penangkapan CO2 (Capture), pengangkutan CO2 tertangkap ke tempat penyimpanan (transportasi), dan penyimpanan ke tempat yang aman (Storage). Proses penyimpanan CO2 pada dasarnya merupakan sebuah proses penginjeksian CO2 yang berkonsentrasi tinggi ke dalam suatu tempat yang terisolasi sehingga tidak lepas kembali ke udara dan diharapkan dapat bertahan selama ribuan tahun.

Saat ini dikenal dua opsi penyimpanan CO2 jangka panjang yang telah teruji. Pertama, Geological Storage, yaitu lapisan batuan di bawah permukaan bumi yang di atasnya terdapat batuan yang kedap sebagai penutup (caprock). Tempat penyimpanan yang kedua adalah laut dalam (> 3.000 m) yang disebut sebagai Ocean Storage.Dari berbagai pertimbangan, Geological Storage dianggap lebih efektif bila dibandingkan dengan Ocean Storage. Dari sisi teknis, Geological Storage memiliki keunggulan lebih aman dan mudah dimonitor. Selain Ocean Storage membutuhkan biaya yang lebih mahal, kestabilan CO2 dalam air laut masih diragukan mengingat CO2 akan mudah bereaksi dengan berbagai unsur di bawah laut yang berpotensi besar merusak ekologi samudra dan mengakibatkan bencana lingkungan.

Untuk memastikan bahwa CO2 yang dimasukan ke dalam reservir benar-benar masuk ke reservoir diperlukan pengamatan. Pengamatan CO2 yang dinjeksikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam CCS (1). Selain untuk memastikan bahwa CO2 masuk ke reservoir, pengamatan juga diperlukan untuk memastikan bahwa reservoir yang digunakan tidak mengalami kebocoran selama proses injeksi CO2. Kebocoran reservoir akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi lingkungan, sehingga hal tersebut harus dicegah. Salah satu caranya yaitu dengan pengamatan.

Berbagai metode geofisika sangat efektif sebagai cara untuk melakukan pengamatan pada CCS. Metode geofisika yang telah terbukti efektif untuk melakukan pengamatan CCS adalah passive seismic, deformasi permukaan, log neutron dan time lapse gravity. Sampai saat ini metode seismik merupakan metode geofisika yang paling banyak digunakan untuk pengamatan CCS.

Our Projects

3
04/2022
3
04/2022
GEOPHYSICS IN FRAME COMPETITION
Author : admin@hmgi.co.id
10
12/2017
Compro Mobile Application
Author : admin@hmgi.co.id
10
12/2017
Another Desktop Application
Author : admin@hmgi.co.id
10
12/2017
10
12/2017
Great Modern Building
Author : admin@hmgi.co.id